close menu

Masuk


Sayangkan Pelaksanaan Pawai, Ketua Fraksi PKB Pamekasan Berharap Tidak Terulang Lagi

Syafiuddin Ketua Fraksi PKB DPRD Pamekasan. (PKB for Risalah).

Penulis: | Editor:

RISALAH. PAMEKASAN – Fraksi PKB DPRD Pamekasan menyesali penggelaran Pawai Make Up Fantasi dan Fashion Ready to Wear yang dilaksanakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Pamekasan.

Penyesalan tersebut lantaran banyak peserta pawai putri berpakaian terbuka dan tidak menutupi aurat.

“Segala bentuk hiburan dan kreativitas siswa bagus. Tetapi perlu disesuaikan dengan kearifan lokal dan tidak menampilkan hal-hal yang tidak baik,” kata Syafiuddin Ketua Fraksi PKB DPRD Pamekasan.

Pria yang biasa disapa kak Syafik itu menjelaskan, pihak sekolah semestinya membuat peraturan khusus untuk siswa yang hendak melaksanakan pawai dan menunjukkan kreativitas. Aturan tersebut yang sekiranya tidak berbenturan dengan kearifan lokal.

Apalagi kata dia, kabupaten Pamekasan dikenal dengan Gerbang Salam (Gerakan Pembangunan Masyarakat Islam) dan kabupaten yang penuh dengan pesantren.

Selain itu, pawai siswa dengan penampilan terbuka dengan badan terlihat itu dinilai tidak tepat. Apalagi memasuki atau menyambut bulan ramadhan yang tinggal menunggu beberapa hari lagi.

Mantan ketua Ansor Pamekasan itu berharap, agar penggelaran pawai tersebut menjadi rujukan bagi lembaga agar mengunakan busana yang bagus dan tidak terbuka untuk siswa.

“Semoga ini menjadi pembelajaran untuk lembaga yang lain kedepannya. Sehingga kreativitas siswa tidak melanggar kearifan lokal dan hal yang tidak baik,” tandasnya.

Untuk diketahui, pawai tersebut berangkat dari SMKN 3 Pamekasan dan berakhir di Alun-alun Arek Lancor Pamekasan. Senin (13/03/2023).