Scroll untuk baca artikel
Hukum & KriminalPolitik dan Pemerintahan

Bagikan Uang dan Beras, Dua Pasangan Calon Bupati Pamekasan Diadukan ke Bawaslu

Avatar
×

Bagikan Uang dan Beras, Dua Pasangan Calon Bupati Pamekasan Diadukan ke Bawaslu

Sebarkan artikel ini
Foto ilustrasi.

RISALAH. PAMEKASAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pamekasan menerima 2 laporan terkait adanya 2 calon yang membagikan uang dan beras kepada warga.

Kedua calon itu masing-masing Fattah Jasin yang terekam membagikan uang pecahan Rp 50.000 kepada sekelompok perempuan di sebuah rumah.

Kemudian calon bupati nomor urut 3 Muhammad Bakir Aminatullah dan calon wakilnya Taufadi, membagikan beras dan sembako kepada masyarakat di sejumlah tempat yang berbeda.

Baca Juga:  Prabowo Subianto Tugasi Fattah Jasin Segera Cari Wakil untuk Pilkada Pamekasan

Video aksi para calon tersebut, tersebar di sejumlah akun media sosial.

Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Pamekasan, Suryadi menjelaskan, dua aduan itu disertai dengan bukti-bukti rekaman video. Untuk menindaklanjuti aduan itu, Bawaslu akan melakukan penelitian.

“Akan kami teliti terlebih dahulu apakah layak aduan itu menjadi sebuah temuan dan adanya dugaan pelanggaran,” ujar Suryadi lansir dari Kompas, Jumat (1/11/2024).

Baca Juga:  Memilukan! Seorang Ayah di Wonosobo Tega Setubuhi Anak Kandungnya 40 Kali Hingga Hamil

Suryadi menambahkan, khusus aduan Paslon yang membagikan sembako, pihaknya akan cek terlebih dahulu apakah sudah ada tindak lanjut dari Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).

“Semua aduan itu setelah kami lakukan penelitian, akan kami lakukan rapat pleno Bawaslu. Jika layak jadi temuan, agar diregistrasi untuk diplenokan kembali,” imbuhnya.

Baca Juga:  Selama 2 Tahun, Suami Istri di Pamekasan Kompak Jadi Pencuri Sepeda Motor

Menurut Suryadi, dibutuhkan waktu selama seminggu untuk melakukan penelitian atas aduan itu. Setelah proses penelitian, masih dibutuhkan lagi waktu seminggu untuk memastikan aduan itu adalah temuan.

“Butuh waktu 2 minggu untuk menentukan apakah ada pelanggaran atau tidak aduan itu,” tandasnya.