RISALAH. PAMEKASAN – Mendekati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kabupaten Pamekasan, Madura semakin banyak figur yang akhirnya muncul ke permukaan baik dari kalangan kiyai sampai pengusaha, juga unjuk gigi.
Hal itu kian membuat potret kontestasi politik di kota gerbang salam semakin tampak bergairah terlebih munculnya figur Fattah Jasin, KH. Kholilurrahman hingga Ahmad Baidowi sebagai calon Bupati Pamekasan.
Pun, dari dinamika Pilkada saat ini turut menuai komentar HM Suli Faris yang notabene pernah menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan sejak tahun 1998 hingga 2019.
Menurut dia, Percuma berbicara kemana-mana bahkan pasang baliho sana-sini kalau tidak mengerti kondisi Pamekasan yang sebenarnya.
“Terus terang, sekarang kita tidak harus berbicara soal calon Bupati Pamekasan harus dari kalangan Kiyai ataupun Pengusaha karena keduanya juga ada plus dan minus-nya, kadang karena figur ulama kita kaku mengkritisi atau bahkan dibiarkan, sedangkan yang pengusaha khawatir kekuasaan malah dijadikan alat untuk memperlancar bisnisnya,”ujar HM Suli Faris dalam perbincangannya bersama ketua Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Musfiqul Khoir saat Live streaming di akun Tiktok. Jumat (2/8/2024).
Oleh karenanya, bagi Politisi senior ini, figur Bupati Pamekasan harus orang yang benar-benar memiliki komitmen tertinggi dan paham mengenai persoalan yang ada di kota gerbang salam Pamekasan.
“Paling tidak dia yang memahami rumus Pamekasan yang baku, artinya dapat memahami kekuatan Pamekasan, kelemahan, kekurangan dan peluangnya, kalau sudah paham itu maka jalan keluarnya akan diketahui,” terang sosok yang namanya sudah tidak lagi tercatat dalam total 45 anggota DPRD Pamekasan sejak 2019-2024 tersebut.
Selain itu, mantan legislator 4 periode itu menegaskan kalau Pamekasan sampai hari ini masih belum mengalami perkembangan yang begitu signifikan.
“Berdasarkan analisa saya, hal tersebut dapat dilihat mulai dari aspek pengelolaan Restoran, parkir dan beberapa potensi Pamekasan yang sudah seharusnya dapat dikelola secara modern, namun masih mandek, ini tantangan sesungguhnya Pamekasan ke depan,”tandasnya.