Scroll untuk baca artikel
PeristiwaPolitik dan Pemerintahan

Blusukan, Calon Bupati Pamekasan Kiai Kholil Kaget Pasar 17 Agustus Kumuh

Avatar
×

Blusukan, Calon Bupati Pamekasan Kiai Kholil Kaget Pasar 17 Agustus Kumuh

Sebarkan artikel ini
Calon Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman saat blusukan ke pasar 17 Agustus dan berbincang dengan pedagang. Kamis 26 September 2024. (Foto. Idrus Ali/Risalah).

RISALAH. PAMEKASAN – Calon Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman blusukan ke pasar 17 Agustus Pamekasan yang berada di kelurahan Bugih. Kamis 26 September 2024.

Calon Bupati nomer urut 2 itu tampak keliling pasar dengan sambil lalu menyapa para pedagang serta melihat kondisi pasar secara langsung.

Kiai Kholil biasa disapa mengatakan bahwa dirinya mengaku kaget setelah berkeliling dan melihat langsung kondisi pasar. Sebab, kondisi pasar kumuh dan berantakan.

Baca Juga:  Demokrat Pamekasan All Out Menangkan Pasangan Kharisma dan Khofifah-Emil

“Tadi pedagang curhat kalo musim hujan air masuk dan banjir, karena memang tidak ada pembuangan air dan atap yang bocor,” katanya usai mendengar curhatan pedagang.

Ia menyampaikan, bahwa cita-citanya ingin sekali mengahdirkan pasar yang bagus dan indah kepada masyarakat. Sehingga antara penjual dan pembeli sama-sama merasa senang dan nyaman.

“Saya bertekad untuk menata pasar se-kabupaten Pamekasan, termasuk di dalamnya pasar tumpah dan pasar yang sudah terbiasa ke tumpah,” katanya.

Baca Juga:  Puluhan Karangan Bunga Meriahkan Muscab III IKA PMII Pamekasan

Dikatakannya, Bahwa pasar yang sudah terbiasa tumpah itu akan dibenahi dengan cara penguatan petugas keamanan. Nantinya akan mengerahkan petugas ke pasar-pasar yang biasanya ada ledakan pedagang.

Diakuinya, Pasar nantinya akan semakin baik dan akan semakin indah jika dengan adanya penertiban sehingga tidak meluap ke jalan ke jalan Raya.

“saya masih ingat ketika saya berada di Pendopo, pernah 3 bulan pasar waru itu steril dan tertib. pedagang semuanya yang biasa di halaman masuk ke dalam pasar. Tentu lapak di dalam harus kita perbaiki dan akses masuk yang bagus,” lanjutnya.

Baca Juga:  Perkuat Solidaritas, Demokrat Pamekasan Gelar Konsolidasi Bersama seluruh DPAC

Baginya, tidak terlalu penting apakah itu pasar tradisional atau modern. Namun yang terpenting adalah bagaimana penataan.

“sekalipun pasarnya itu pasar modern tapi penataannya tidak bagus, kebersihan keindahan tidak terjaga dengan baik percuma ada pasar modern,” tandasnya.