Aneh dan Ajaib, Proyek Beton Satu Lokasi di Pamekasan Beda Metode

  • Bagikan

SUARA POST, PAMEKASAN – Aktivis terus menyoroti terkait simpang siurnya proyek Pemasangan beton pembatas jalan dengan anggaran Rp. 25.520.622.540.00 yang dikerjakan oleh PT Trijaya Adymix.

Penyebabnya, Pekerjaan kanstin sepanjang jalan Bundaran Manis Pamekasan ada yang digali dan ada juga hanya yang ditempel.

Proyek kanstin yang ditempel yaitu yang ke arah Utara bundaran asem manis. Sementara yang ke arah barat dibongkar dan digali pasca dilakukan aksi demonstrasi ke kantor PU Provinsi Jawa Timur wilayah Pamekasan. Senin (18/07/2022)

“Ini proyek simpang siurnya pekerjaannya. Satu pekerjaan tetapi beda metode. Ada yang hanya ditempel dan ada juga yang digali,” kata Basri Ketua Umum Perkumpulan Pemuda Pengawal Keadilan (P3K).

Baca Juga:  Atasi Kekeringan, Pemkab Pamekasan Salurkan Air Bersih untuk 73 Desa dan 263 Dusun

Dikatakannya, sebelumnya beton dibongkar pasca ditemui bahwa pekerjaan dengan anggaran besar itu diduga dikerjakan asal-asalan dan ditemukan banyak kejanggalan di lokasi pekerjaan.

Terbukti, beton yang di pasang tanpa digali sebelumnya dan langsung ditempel layaknya memasang bata dan paving.

Basri Ketua Umum Perkumpulan Pemuda Pengawal Keadilan (P3K) mengatakan satu hari setelah demontrasi di lokasi ditemui bahwa pekerjaan itu dibongkar. Beberapa beton yang di pasang sudah terletak dipinggir jalan.

“Jika tidak terbukti melanggar, tidak mungkin dilakukan pembongkaran, seharusnya tetap dilanjutkan. Kan ini mencurigakan,” katanya.

Ia menceritakan, untuk pemasangan beton pembatas jalan itu semestinya terlebih dulu dilakukan penggalian galian 15cm dan dirabat dengan beton serta diberikan acian 2 cm. Tujuannya, beton yang hendak di pasang betul-betul melekat dan tidak mudah rusak.

Baca Juga:  Polres Pamekasan Gelar Apel Pengamanan Hari Raya Idul Fitri

Basri mendesak, kementerian PUPR untuk segera mengambil tindakan terkait pekerjaan itu. Tujuannya, untuk memastikan kualitas pekerjaan yang mengunakan uang rakyat itu tidak ada kerugian dikemudian hari.

“PT yang melaksanakan juga disanksi dan coret dari daftar list mitra PUPR. Karena awal pekerjaan aja sudah tidak beres,” Pungkasnya.

ia menilai, jika pekerjaan itu dilakukan tidak atas dasar rekayasa lalu lintas, maka di lokasi tersebut tidak termasuk sasaran lokasi pekerjaan. Sehingga ia menilai pemerintah terkesan hanya menghamburkan atau buang-buang anggaran.

Baca Juga:  Ironis! Nenek Buta di Pamekasan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyerobotan Tanah

“Kemudian dari pekerjaan tersebut tidak terlihat papan nama setelah kami melakukan kroscek ke lapangan,” lanjutnya.

Saat di lokasi pekerjaan, ia mengatakan bahwa pekerjaan itu perlu di evaluasi. Sehingga PT Trijaya Adymix sebagai pelaksana agar tidak terkesan melaksanakan pekerjaan yang diduga asal-asalan.

“Jika tidak di evaluasi, Hentikan seluruh aktivitas pekerjaan PT TRIJAYA ADYMIX yang ada di pamekasan karena di duga tidak profesianal dalam bekerja,” lanjutnya.

Selain itu, massa aksi juga menuntut mencabut izin PT tersebut dan hingkang dari wilayah pekerjaan sebab pekerjaan terindikasi dilakukan secara tidak professional.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *