Herman Kusnadi Klaim Tanah di Lahan Mangrove Desa Ambat Pamekasan Sudah Dibeli

  • Bagikan
Herman Kusnadi selaku kuasa usaha penggarapan lahan Mangrove di Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. (Idrus Ali/Risalah).

RISALAH. PAMEKASAN – Herman Kusnadi selaku kuasa usaha penggarapan lahan Mangrove di Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan mengklaim tanah mangrove itu miliknya

“Mangrove itu ada di tanah milik kita, karena ada sertifikat disitu, kita buktikan dengan sertifikat, ada 8 lokasi disitu dengan luasan hampir 2 hektar,”kata Herman usai menemui demo yang dilakukan Madas. Rabu (12/6/2024).

Dia menegaskan, kalau tanah di lahan mangrove yang tengah dipersoalkan oleh sejumlah masyarakat setempat yang mengatasnamakan Madas sudah resmi dibeli.

Baca Juga:  Jelang Musim Tembakau, Petani di Palengaan Pamekasan Sering Kesulitan Pupuk Subsidi

“Sudah dibeli, ada akte jual belinya, lengkap disini, itu beli dari Masyarakat, Pemilik tanah kan yang menjual, sudah kita tunjukkan sama akte jual belinya, termasuk SPPT yang kita bayar setiap tahun, lengkap semuanya,”terangnya.

Soal pernyataan pendemo terkait mangrove yang ditanami oleh masyarakat, kata dia, “justru masyarakat yang menanam itu yang keliru, izinkan kepada kita,”tanyanya.

Sementara, pada hari yang sama, ratusan warga yang tergabung dalam Ormas Madura Asli (MADAS) mengepung PT Budiono, Tlanakan, Pamekasan, Madura Jawa Timur. Rabu (12/6/2024).

Baca Juga:  Merasa Terdorong, Simpatisan Nenek Bahriyah Tuntut Keadilan di Mabes Polri

Koordinator Aksi Sujatmiko menuding bahwa hal itu merupakan pembabatan pohon mangrove yang dilakukan oleh pelaksana usaha Budiono patut diduga tidak berijin.

Hal tersebut, kata Sujatmiko lantaran status kepemilikan lahan di lahan mangrove tersebut tidak jelas.

“Pengrusakan mohon mangrove dan lahan tidak jelas milik siapa, yang jelas orang Ambat tidak pernah merasa menjual tanah yang sekarang menjadi hotel kapal kandas itu,”tegas Sujatmiko.

Baca Juga:  Tuntut Keadilan, Saksi Parpol Siap Kepung Kantor KPU dan Bawaslu Pamekasan

Pihaknya berjanji akan trus mengawal dugaan pengrusakan lahan mangrove sampai aspirasinya didengar dan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

“Kami akan terus menyuarakan aspirasi kami di level provinsi seperti Polda, Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, DLH dan Dinas Kelautan Provinsi Jawa Timur,”tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *