Soal Kelangkaan Pupuk, Petani Geruduk Kantor Kecamatan Palengaan

  • Bagikan

PAMEKASAN. Puluhan masyarakat Palengaan Laok menggeruduk kantor kecamatan Palengaan terkait kelangkaan pupuk. Selasa (16/11/2021).

Warga yang datang terdiri dari petani, Pemuda langsung ditemui Camat Palengaan Amiruddin serta penyuluh kecamatan Palengaan Jumiadi.

Kedatangan mereka menyampaikan keluhan terkait sulitnya mendapatkan pupuk dan mahalnya pupuk subsidi.

Pertama, memasuki musim panen tidak sedikit petani yang kesulitan pupuk. Kemudian mahalnya pupuk yang melewati harga eceran tertinggi (HET).

Baca Juga:  Cek Kesiapan, Polres Pamekasan Gelar Simulasi Pengamanan TPS Pemilu 2024

“Pupuk tidak hanya sulit atau langka, tetapi juga mahal,” kata Ansori saat audensi bersama.

Dihadapan para pemerintah kecamatan, ia menyampaikan tingginya harga pupuk yang mencapai hingga 160 ribu untuk pupuk urea. Bahkan, untuk mendapatkan pupuk urea harus beli dengan pupuk organik.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Lantik Sembilan Anggota KPPU

Sementara itu, penyuluh kecamatan Palengaan Jumiadi berdalih bahwa kondisi pupuk untuk kecamatan Palengaan aman hingga akhir Desember.

Tercatat, kondisi pupuk subsidi untuk jenis urea sebanyak 340 ton untuk kecamatan Palengaan. Harganya sebesar 112,500.00 (seratus dua belas lima ratus rupiah) untuk harga pupuk urea dan 32 ribu untuk organik.

Baca Juga:  Waduh! Oknum Pendamping PKH di Pamekasan Diduga Kampanyekan Caleg

Ia juga menjelaskan, bahwa untuk membeli urea tidak harus membeli pupuk organik. Sebabnya itu dijual satuan.

Selain itu, pupuk subsidi tidak boleh dijual untuk keluar desa atau keluar kabupaten.

“Untuk pembelian bisa ke kelompoknya tani atau datang ke kios yang ada di desa,” tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *