DKPP Pamekasan Minta Petani Taati Penggunaan Pupuk dan Pestisida untuk Tanaman Tembakau Melimpah

  • Bagikan
Andi Ali Syahbana Kepala Bidang (Kabid) Produksi Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan. (Foto. Idrus Ali/Risalah).

RISALAH. PAMEKASAN – Tembakau merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur.

Sektor ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani tembakau.

Pada musim tembakau tahun 2024 ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan terus memberikan himbauan kepada masyarakat tentang penggunaan pupuk dan pestisida untuk tanaman tembakau milik petani di Kabupaten Pamekasan, untuk hasil terbaik.

Baca Juga:  Ikhtiar Menangkan Pemilu, Partai Demokrat Pamekasan Gelar Khotmil Qur'an Jelang Daftar KPU

“Kalau dari segi pestisida tanaman tembakau, pada dasarnya, penggunaan pestisida sintetik hanya dianjurkan ketika hama atau penyakit melebihi ambang batas ekonomi,”ujar Andi Ali Syahbana Kepala Bidang (Kabid) Produksi Pertanian DKPP Pamekasan. Rabu (10/7/2024).

Oleh karenanya, kata Andi, sebagai salah satu bentuk pencegahan adalah mengaplikasikan pestisida nabati sejak awal tanam untuk mencegah perkembangan hama dan penyakit.

Baca Juga:  Stop penyebaran Covid-19, Polres Pamekasan Lakukan Penyekatan Hingga Akhir Bulan

Ia menyebutkan, Dalam penggunaannya para petani tembakau disarankan agar selalu mentaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami akan terus mendampingi dan merespon cepat adanya keluhan masyarakat khususnya petani yang tengah berjuang untuk mendapatkan hasil yang melimpah dan kualitas tembakau yang unggul,”kata Andi.

Selain itu, Andi menambahkan agar penggunaan pupuk sesuai dengan kebutuhan, supaya tidak seperti tanaman tembakau yang beberapa waktu lalu sempat viral karena pengaruh penggunaan pupuk yang tidak benar.

Baca Juga:  DEAR Jatim Dukung Penuh Langkah KPK Periksa Wakil Bupati Pamekasan

“Beberapa waktu yang lalu sempat viral video petani mencabut tanaman tembakau yang rusak, hal itu sudah diklarifikasi oleh ketua kelompok setempat bahwa itu karena faktor kesalahan pengaplikasian pupuk yang tidak sesuai anjuran,”tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *