Penyaluran Bantuan Beras di Desa Sana Tengah Pamekasan Dikeluhkan

  • Bagikan
Foto ilustrasi.

RISALAH. PAMEKASAN – warga Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan mengeluhkan terkait penyaluran bantuan sosial (Bansos) Cadangan Beras Pemerintah (CBP) 10 Kilogram.

Keluhan itu disampaikan dari warga keluarga penerima manfaat (KPM) Desa Sana Tengah yang memiliki undangan resmi, namun tidak kebagian.

“Saat warga mau mengambil Bansos (beras red.) ke Balai desa, ternyata mereka harus pulang tanpa membawa beras. Dengan alasan, ngambilnya terlambat sehingga berasnya sudah habis,” kata warga yang minta namanya dirahasiakan. Sabtu 06 April 2024.

“Waktu itu ngambil sore, tetapi sebagian ada yang dikasih. Waktu ngambilnya sekitar jam 14.00 sampai 15.00 wib. Tetapi ada sebagian yang ngambil sore dikasih dan ada yang tidak. Alasannya karena terlambat dan berasnya sudah habis, begitu,” imbuhnya.

Baca Juga:  Masyarakat Pamekasan Dukung KPU Terus Lanjutkan Tahapan Pemilu

Kendati demikian, pihaknya menilai bahwa penyaluran bansos tersebut dinilai telah menyalahi aturan. “Harusnya sesuai undangan. saya menduga beras ini ada tapi tidak disalurkan. Justru karena punya undangan kenapa bisa tidak kebagian beras,” paparnya.

Sementara itu Sutrisno Kepala Desa (Kades) Sana Tengah, Kec. Pasean, mengatakan pihaknya tidak mengetahui siapa saja penerima bantuan tersebut, sebab, kata dia ada perubahan data.

“Jam berapa yang ngambil itu ? benar tidak sampean bertanya sama saya ? saya tidak tahu siapa saja yang dapat penyaluran kemarin itu, setiap tahapan itu tahapan yang tahun 2023 itu banyak yang berubah,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Pihaknya menambahkan bahwa banyaknya masyarakat yang terlambat saat pengambilan menjadi kendala penyaluran dan masyarakat tidak kebagian beras, padahal menurutnya petugas penyalur bantuan tersebut standby sejak pukul 07.00 WIB pagi hingga pukul 12.00 WIB.

Baca Juga:  Mahfudh Penantang Baru Lolos Jadi Anggota DPRD Pamekasan Dapil 4

“Masyarakat banyak terlambat, sementara petugas dari kecamatan itu sudah standby dari pagi jam 7 Sampek jam 12 itu selesai. Saat penyaluran, kadang ada orang dapat satu tapi bawa dua,” tambahnya.

Menurutnya, warga yang datang ia kasih bansos, meski milik tetangganya, mengingat saat ini bulan puasa.

“Kemarin orang yang datang kesini saya kasih, meskipun punya tetangga, karena bulan puasa, saya kasihan, Kadang masyarakat tidak bisa diatur,” ungkapnya.

Ia menyebutkan , untuk persyaratan pengambilan, Kades muda tersebut menjelaskan bahwa setiap warga yang mendapat bantuan, wajib membawa undangan dan KTP.

“Rata-rata suruh bawa KTP dan undangan,” jelasnya.

Baca Juga:  Ratusan Pengawas TPS di Kecamatan Sokobanah Sampang Resmi Dilantik

Terpisah, Koordinator penyalur Kecamatan Pasean, Herman, menjelaskan bahwa pihaknya saat penyaluran bansos tersebut tidak ada di lokasi.

“Kalau waktu penyaluran itu memang ranahnya desa, artinya desa yang mengatur jadwalnya, saat penyaluran saya tidak ada, karena di desa ada penanggungjawabnya operator desa,” ucapnya.

Herman menambahkan bahwa pihaknya hanya penyambung informasi baik dari Kebupaten maupun dari desa.

“Saya ini hanya menerima jadwal dari Kabupaten lalu disampaikan ke desa, terkait pelaksanaan pendistribusian itu ranahnya desa” imbuhnya.

Menurut Herman, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait adanya warga yang tidak kebagian bansos beras tersebut.

“Hingga saat ini kami belum menerima laporan dari warga yang tidak kebagian beras mas,”tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *