RISALAH. PAMEKASAN – Ribuan massa yang tergabung dalam Forum Petani Tembakau dan Buruh Pabrik Lokal Madura (FPBM) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Selasa (10/2/2025).
Aksi tersebut diterima langsung oleh Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman, Wakil Bupati Sukriyanto, Kapolres Pamekasan, dan perwakilan Bea Cukai.
Dalam aksi tersebut, FPBM menyampaikan delapan tuntutan utama yang berkaitan dengan perlindungan petani tembakau, buruh pabrik, serta keberlangsungan industri hasil tembakau (IHT) lokal Madura.
Daftar Delapan tuntutan:
- Mendesak Pemkab Pamekasan menertibkan LSM/ormas yang tidak memiliki legal standing melalui pendataan dan verifikasi oleh Kesbangpol.
- Meminta Polres Pamekasan meminimalisir aksi demonstrasi tanpa izin atau prosedur resmi demi menjaga ketertiban dan stabilitas sosial.
- Meminta Bea Cukai Madura memperkuat pembinaan kepada petani, buruh, UMKM tembakau, dan industri kecil.
- Mendesak Bea Cukai menjadi penghubung antara kepentingan Industri Hasil Tembakau Madura dengan pemerintah pusat.
- Meminta kemudahan pengurusan izin usaha bagi pelaku industri tembakau serta pengawasan yang disertai pembinaan, bukan semata penindakan.
- Meminta pemerintah dan Bea Cukai memberikan solusi atas tingginya tarif cukai yang memberatkan pabrikan rokok kecil dan padat karya.
- Mengajak LSM, ormas, dan media berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi Madura yang berkelanjutan dan berkeadilan.
- Meminta aparat penegak hukum dan Bea Cukai tidak langsung melakukan penindakan tanpa solusi atas persoalan IHT, buruh, dan petani tembakau.






