RISALAH. PAMEKASAN – DPC Partai Demokrat Kabupaten Pamekasan menggelar pendidikan politik bersama seluruh ketua ranting se-Kecamatan Kadur yang bertempat di wisata Bukit Kehi, Desa Kertagena Daya, Kecamatan Kadur, Pamekasan. Minggu 23 November 2025.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya H. Sukriyanto, Wakil Ketua DPD Demokrat Jawa Timur yang juga Wakil Bupati Pamekasan, Ismail, Ketua DPC Demokrat Pamekasan, Achmad Fauzi dan Tabri S Munir anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, Kepala Desa Kertagena Daya serta para pengurus DPC Demokrat Pamekasan.
Ketua DPC Partai Demokrat Pamekasan, Ismail, menegaskan bahwa kader Demokrat dituntut untuk terus berada di garis depan, menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah.
“Kader Demokrat harus menjadi kepanjangan tangan dari masyarakat dan jembatan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya wakil ketua DPRD Pamekasan itu.
Pria yang juga menjabat sebagai ketua IKA UIN Madura itu menambahkan bahwa memperkuat akar rumput merupakan kunci untuk memastikan suara dan kebutuhan masyarakat tersampaikan dengan baik.
Mantan aktivis PMII itu menekankan pentingnya kehadiran kader di tengah masyarakat, bukan hanya saat momentum politik tertentu, namun dalam keseharian sebagai bentuk pengabdian.
Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan, H. Sukriyanto, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Demokrat Jawa Timur, memberikan pesan kuat mengenai peran strategis kader dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Orang nomer dua di kabupaten Pamekasan itu menekankan bahwa suara masyarakat harus diteruskan kepada pemerintah secara cepat dan tepat.
“Segala kebutuhan dan aspirasi masyarakat harus segera disampaikan kepada pemerintah agar keluhan dan kebutuhan itu dapat dibantu secepat mungkin,” ujar mantan Kades Blaban Batumarmar itu.
Sukriyanto yang yang akrab disapa Kak Sukri itu mengingatkan bahwa keberadaan kader di tengah masyarakat bukan hanya simbol, tetapi tanggung jawab moral untuk memastikan jalur komunikasi rakyat dan pemerintah tetap terbuka dan berjalan efektif.
Kegiatan seperti ini menjadi momentum penting bagi partai politik di tingkat daerah. Pendidikan politik bukan hanya sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang penyadaran bagi kader mengenai peran dan tanggung jawab mereka sebagai bagian dari sistem demokrasi.
Partai yang mampu menjaga kedekatan dengan masyarakat melalui kader-kader yang aktif mendengar, mengadvokasi, dan berkomunikasi, akan menjadi pilar penting dalam pembangunan daerah.
Dengan berlangsungnya pendidikan politik di Bukit Kehi, Demokrat Pamekasan menunjukkan upaya untuk menjaga perjuangan tersebut tetap hidup. bahwa politik bukan hanya soal kekuasaan, tetapi soal melayani dan memastikan harapan rakyat menemukan jalannya.






