RISALAH. PAMEKASAN – Sorak sorai ribuan suporter menggema di Stadion Gelora Ratu Pamelingan saat peluit panjang berbunyi.
Air mata haru, pelukan, dan sujud syukur menyatu di atas rumput hijau. Persepam Pamekasan resmi menjadi juara Liga 4 Kapal Api PSSI Jawa Timur musim 2025/2026 setelah menundukkan Pasuruan United melalui drama adu penalti pada partai final, Minggu (15/2/2026).
Laga berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim saling jual beli serangan, namun ketangguhan lini belakang membuat pertandingan harus ditentukan lewat titik putih.
Dalam momen penuh tekanan itulah, satu nama mencuri perhatian: Bripda Moh. Zaky Jainurrahman.
Anggota Bhayangkara yang berdinas di Polres Bangkalan itu tampil sebagai penentu kemenangan Laskar Ronggo Sukowati.
Dengan langkah mantap dan tatapan penuh keyakinan, Zaky sukses mengeksekusi penalti krusial yang memastikan Persepam mengangkat trofi juara. Stadion pun bergemuruh menyambut kemenangan bersejarah tersebut.
Moh. Zaky Jainurrahman lahir di Proppo, Pamekasan, Jawa Timur, 29 Mei 2003. Di usia yang masih 22 tahun, ia telah menorehkan perjalanan panjang di dunia sepak bola sekaligus mengemban tugas sebagai anggota Polri dengan pangkat Bripda.
Karier sepakbolanya dimulai dari PSPM Proppo (2013–2017), kemudian berlanjut ke Cahaya Muda (Liga 3, 2017–2018), Laga Sota Soeratin U-17 (2018), hingga bergabung dengan Madura United Elite Pro Academy (2018–2023).
Sejak 2023, ia memperkuat Persepam Pamekasan di ajang Liga 4 dan akhirnya mempersembahkan gelar juara Jawa Timur musim 2025/2026.
Prestasi Zaky terbilang gemilang. Ia pernah meraih Juara 1 Soeratin U-15, Juara 1 Bupati Cup U-17, serta menyabet Top Score Bupati Cup U-15. Kini, gelar Juara Liga 4 Jawa Timur menjadi catatan emas terbaru dalam kariernya.
Zaky menempuh pendidikan di SDI Al-Munawarah (2010–2016), SMP Negeri 2 Pamekasan (2016–2019), dan SMA Negeri 3 Pamekasan (2019–2022). Pada 2022, ia mengikuti Diktukba Polri dan resmi menjadi bagian dari Korps Bhayangkara.
Di balik seragam kepolisian yang dikenakannya sebagai anggota Polres Bangkalan, tersimpan semangat juang seorang atlet yang tak pernah padam. Disiplin sebagai aparat negara berpadu dengan determinasi sebagai pesepak bola muda, menjadikannya figur inspiratif bagi generasi muda Madura.
Kemenangan Persepam Pamekasan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan bukan sekadar soal trofi. Ia menjadi simbol kebangkitan sepak bola daerah, sekaligus bukti bahwa pengabdian kepada negara dan prestasi olahraga dapat berjalan beriringan.
Malam itu, di bawah langit Pamekasan, nama Bripda Moh. Zaky Jainurrahman dikenang sebagai penentu—anggota Bhayangkara yang mengantar Laskar Ronggo Sukowati berdiri di puncak Liga 4 Jawa Timur.






