Scroll untuk baca artikel
PeristiwaPesantren dan PendidikanSosial

PCNU Pamekasan Apresiasi Kolaborasi Bashra BIP, Santuni Anak Yatim dan Guru Ngaji

Avatar
×

PCNU Pamekasan Apresiasi Kolaborasi Bashra BIP, Santuni Anak Yatim dan Guru Ngaji

Sebarkan artikel ini
MWCNU Palengaan berkolaborasi dengan Bashra BIP di Lapangan Garuda, Kecamatan Palengaan, Pamekasan. Sabtu (12/9/2026)

RISALAH. PAMEKASAN – Sinergi antara komunitas pengusaha muda dan Nahdlatul Ulama kembali menguat. Hal itu terlihat dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Tali Asih Anak Yatim dan Guru Ngaji yang digelar MWCNU Palengaan berkolaborasi dengan Bashra BIP di Lapangan Garuda, Kecamatan Palengaan, Pamekasan. Sabtu (12/9/2026).

Acara tersebut dihadiri Rois Syuriah NU, Ketua PCNU Pamekasan KH. Muchlis Nasir, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto, Kapolres Pamekasan, Dandim 0826/Pamekasan, Kepala Desa setempat, jajaran Forkopimda, para Kyai sepuh, serta ratusan anak yatim dan guru ngaji se-Kecamatan Palengaan.

Founder Bashra BIP, Ali Zainal Abidin, dalam sambutannya mengaku awalnya sempat dilanda keraguan untuk bisa berkolaborasi dengan keluarga besar NU.

“Banyak yang bilang, masa sih Bang Ali bisa masuk ke halaman NU. Tapi Alhamdulillah kekhawatiran itu hilang karena disambut hangat oleh KH. Misbahul Munir,” ujarnya.

Ali Zainal Abidin menyampaikan komitmen sosial jangka panjang Bashra BIP. Salah satunya melalui brand Central 88.

“Dari keuntungan 100% Central 88 saya wakafkan untuk yatim sama duafa,” tegasnya.

Ia bahkan membocorkan program besar yang telah dan akan dijalankan. Pada tanggal 7 lalu, pihaknya telah membangun toko Emas terbesar di Madura yang 100% hasilnya diperuntukkan bagi yatim dan dhuafa.

Baca Juga:  Ribuan Masyarakat Hadiri Acara Haul Masyayikh ke-17 Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Congkop Sampang

“InsyaAllah dengan doa semua di sini, tahun depan saya targetkan buat lagi Toko Emas. Itu saya khususkan 100% untuk pondok pesantren,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bang Ali menegaskan bahwa gerakan Bashra BIP murni untuk sosial dan tidak ada muatan politik.

“Tidak ada benderanya. Kami ingin menjadi bendera penerang bagi kaum dhuafa dan yatim. Tidak ada bendera politik sedikitpun. Siapapun di Pamekasan, kami siap bersinergi dalam fastabiqul khairat,” pungkasnya.

Baca Juga:  Kapolres Pamekasan: Kasus Penipuan Agen Pegadaian Syariah Hozizah Dalam Proses Penyidikan Polisi

Sementara itu, Ketua PCNU Pamekasan KH. Muchlis Nasir mengapresiasi langkah kolaboratif tersebut. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti di satu acara saja.

“Mudah-mudahan kolaborasi ini bukan hanya malam ini tetapi berkelanjutan. Kita sama-sama memberikan manfaat kepada orang lain sesuai dengan fastabiqul khairat. Mudah-mudahan ini dijadikan keberkahan karena Allah SWT,” katanya.

Acara ditutup dengan penyerahan tali asih kepada anak yatim dan guru ngaji sebagai bentuk kepedulian Bashra BIP dan MWCNU Palengaan kepada masyarakat. (Prayitno/Red)