RISALAH. PAMEKASAN – Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) Kabupaten Pamekasan mendorong perempuan agar semakin terlindungi, berdaya, dan aktif mengambil peran dalam pembangunan.
Hal itu disampaikan dalam Seminar dan Workshop bertema “Mewujudkan Perempuan yang Terlindungi, Berdaya dan Berperan Aktif” yang digelar di Hotel Cahaya Berlian, Pamekasan, Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang diikuti para siswi dari berbagai SMA, MA, dan SMK se-Kabupaten Pamekasan tersebut menghadirkan Tiwuk Sutanti dan Prof. Umi Supraptiningsih, Guru Besar UIN Madura, sebagai pemateri. Acara dibuka langsung Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto.
Ketua PDRI Kabupaten Pamekasan, Sri Wahyuni Indarwan, mengatakan tema tersebut dipilih untuk mendorong perempuan agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat aktif dalam berbagai bidang pembangunan.
“Perempuan harus terlibat langsung dan ikut aktif dalam berbagai kegiatan. Perempuan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata karena memiliki hak dan kesempatan untuk ikut serta dalam pembangunan,” ujar Sri Wahyuni.
Selain pemberdayaan, PDRI juga memberikan perhatian serius terhadap persoalan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan, khususnya anak di bawah umur.
Menurut Sri Wahyuni, kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan di Pamekasan menjadi perhatian khusus PDRI. Karena itu, perempuan dan anak perempuan harus mendapatkan perlindungan serta pendampingan yang memadai.
“Persoalan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan, terutama anak perempuan, menjadi perhatian khusus kami. Mereka harus mendapatkan perlindungan dan pengawalan agar hak-haknya tetap terjaga,” tegasnya.
Ia menambahkan, PDRI ingin perempuan di Pamekasan tidak hanya terlindungi, tetapi juga mampu berkembang menjadi pribadi yang mandiri dan produktif. Perempuan diharapkan turut memberikan kontribusi dalam kehidupan sosial, pembangunan, hingga menggerakkan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting, baik dalam keluarga maupun kehidupan sosial.
“Perempuan mempunyai peran yang luar biasa dalam kehidupan keluarga dan di luar keluarga. Karena itu, perempuan harus diberikan ruang untuk berkembang dan berkontribusi,” kata Sukriyanto.
Menurutnya, perlindungan terhadap perempuan harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kapasitas dan keberdayaan mereka. Terlebih bagi perempuan usia sekolah yang perlu mendapatkan edukasi mengenai perlindungan diri serta memahami berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan seksual.
Seminar tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran generasi perempuan Pamekasan agar berani bersuara, saling melindungi, meningkatkan kapasitas diri, dan aktif mengambil peran dalam pembangunan.
PDRI Kabupaten Pamekasan menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perhatian terhadap perlindungan dan pemberdayaan perempuan, sehingga perempuan tidak hanya menjadi pihak yang dilindungi, tetapi juga menjadi kekuatan penting dalam pembangunan dan penggerak perekonomian daerah.






