Scroll untuk baca artikel
Pesantren dan Pendidikan

Ribuan Masyarakat Hadiri Acara Haul Masyayikh ke-17 Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Congkop Sampang

Avatar
×

Ribuan Masyarakat Hadiri Acara Haul Masyayikh ke-17 Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Congkop Sampang

Sebarkan artikel ini
Ribuan masyarakat, ulama dan santri menghadiri acara peringatan Haul Masyayikh ke-17 KH Khusni Kholil di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Congkop, Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang. Sabtu (7/3/2026). (Foto Mulyadi/Risalah).

RISALAH. SAMPANG – Ribuan masyarakat, ulama dan santri menghadiri acara peringatan Haul Masyayikh ke-17 KH Khusni Kholil di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Congkop, Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang. Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan religius tahunan ini menjadi magnet bagi ribuan santri, alumni, serta tokoh masyarakat dari berbagai daerah yang hadir untuk mengenang sekaligus mendoakan para pendiri dan pengasuh pesantren.

Acara tersebut dipusatkan di kompleks utama pondok pesantren. Suasana khidmat terasa sejak awal kegiatan ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an dan selawat menggema di area pesantren.

Kehadiran para habaib, alim ulama, serta tokoh masyarakat setempat semakin menambah kekhusyukan acara yang telah dipersiapkan panitia sejak akhir Februari lalu.

Baca Juga:  Gubernur Khofifah Berikan Bantuan Rp. 6,37 Miliar untuk Warga Pamekasan, Ini Daftar Penerimanya

Pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Congkop Yan As Stauri, menyampaikan bahwa peringatan haul ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada para masyayikh yang telah berjasa besar dalam menyebarkan syiar Islam.

“Kami berkumpul untuk mendoakan para pendahulu sekaligus menyambung sanad spiritual dengan para guru yang telah mengabdikan hidupnya bagi pendidikan dan dakwah Islam,” ujarnya.

Secara historis, Pondok Pesantren Mansyaul Ulum memiliki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan Islam di Madura. Lembaga ini dirintis sejak tahun 1960 oleh almarhum KH Husni Kholil, yang awalnya memulai pengajaran di sebuah langgar kecil sebelum berkembang menjadi pondok pesantren besar pada tahun 1975.

Baca Juga:  Ribuan Jamaah Meriahkan Sholawat Bersama Majelis AT Taufiq Puncak Harlah ke-56 IAIN Madura

Rangkaian acara haul diisi dengan pembacaan tahlil bersama dan doa khusus untuk almarhum KH Husni Kholil serta keluarga besar pesantren. Panitia mencatat kehadiran jamaah yang membludak, terutama dari kalangan alumni yang tergabung dalam organisasi Ikatan Alumni Al Muallam (IKMAL).

Kehadiran para alumni tersebut menjadi bukti kuatnya ikatan batin antara guru dan murid yang tetap terjaga meskipun para pendidik telah wafat.

Selain sebagai momentum spiritual, peringatan Haul ke-17 ini juga menjadi ajang refleksi perkembangan pendidikan di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum. Sejak tahun 2021, pesantren ini tidak hanya fokus pada kajian kitab kuning, tetapi juga telah mengembangkan pendidikan formal (A’mmiyah) yang terintegrasi, mulai dari tingkat PAUD, MI, MTs/SMP, MA hingga SMK.

Baca Juga:  Unjuk Rasa Susulan, 4 Fakta Ini Dinilai Tak Boleh Disepelekan Oleh KPU Pamekasan

Ketua Yayasan, KH Mohammad Munir, menyampaikan bahwa perkembangan pesantren saat ini merupakan buah dari keikhlasan dan perjuangan para masyayikh terdahulu.

“Dukungan alumni dan wali santri menjadi energi bagi kami untuk terus melanjutkan perjuangan pendidikan ini, agar mampu mencetak generasi yang unggul secara akhlak maupun intelektual,” ungkapnya.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah menjelang waktu petang. Melalui peringatan haul ini diharapkan tali silaturahmi antarumat semakin erat serta semangat menuntut ilmu di lingkungan Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Congkop terus berkembang demi kemajuan agama dan bangsa.