Aktivis di Pamekasan Desak APH Periksa Pekerjaan PT Trijaya Adymix

  • Bagikan

RISALAH.CO.ID, PAMEKASAN – Perkumpulan Pemuda Pengawal Keadilan (P3K) kabupaten Pamekasan meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memperhatikan proyek yang dikerjakan oleh PT Trijaya Adymix.

Permintaan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, proyek yang dikerjakan dengan Rp. 25.520.622.540,00 ditemui banyak kejanggalan di lapangan dan diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Pihak aparatur penegak hukum secepatnya untuk memfollow up pekerjaan preservasi jalan wilayah 3 yang dikerjakan PT Trijaya Adymix,” kata Basri Ketua Umum Perkumpulan Pemuda Pengawal Keadilan (P3K). Jum’at (06/01/2023).

Baca Juga:  Sepanjang 2023, Restoran Pizza Hut Pamekasan Sumbang Pajak Rp. 600 Juta

Dikatakannya, bahwa pekerjaan dengan perbaikan jembatan, pemasangan beton, pengaspalan yang ada di Madura terdapat kejanggalan dari beberapa aspek. Mulai dari kabupaten Sampang, Pamekasan hingga Sumenep.

Ia menyebutkan, terkait baju jalan di jembatan area Camplong Sampang dan pengaspalan yang diduga masih bergelombang. “Kami menilai, pekerjaan itu dilaksanakan tidak serius melihat dari beberapa aspek yang tadi disebutkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Empat Dewan Incumben di Dapil 1 Pamekasan Tumbang, Berikut Penggantinya

Selain itu, kondisi pekerjaan yang ada di kabupaten Pamekasan seringkali mengakibatkan kecelakaan pasca pemasangan kastin di sepanjang jalan Asem Manis Pamekasan.

Tidak hanya itu, pemasangan marka jalan yang diduga tidak mengandung thermoplastik. Sebab, saat malam tidak menyala atau tidak kelihatan.

Terakhir, pihaknya terus melakukan follow up dan mengawasi dari beberapa aspek yang pekerjaan terjadi di lapangan. Sebab sedari awal pekerjaan tersebut termasuk di Pamekasan sudah dikerjakan terkesan asal-asalan dan memastikan pekerjaan tersebut ke aslian bahan, mulai dari kekuatan bahan, dan cat untuk tembok jembatan.

Baca Juga:  6 Produk IKM Asal Pamekasan Diekspor ke Singapura

Bahkan, pihaknya berjanji akan menindaklanjuti ke balai 8 dengan melakukan aksi demonstrasi.

Tujuannya, agar pekerjaan yang skala nasional yang memakai biaya APBN harus di kerjakan dengan baik.

“Kami berharap pihak APH tidak buta, dan tidak tuli terkait seluruh pekerjaan preservasi jalan yang dikerjakan oleh PT Trijaya Adymix,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *