RISALAH. PAMEKASAN – Kebahagiaan tengah menyelimuti keluarga Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto. Putra pertamanya, Ahmad Maulidi, resmi diwisuda sebagai dokter muda setelah menyelesaikan pendidikan kedokterannya di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Bangsal Pancasila UWKS, Jalan Dukuh Kupang XXV/54 Surabaya. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Wisuda Sarjana (S1) dan Magister (S2) Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 yang diikuti ratusan wisudawan dari berbagai fakultas.
Ahmad Maulidi yang lahir di Pamekasan pada 22 Mei 2002 itu tampak berbahagia saat menerima pengukuhan kelulusannya.
Momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar, khususnya sang ayah yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Pamekasan.
Dalam keterangannya, Sukriyanto mengaku bersyukur atas pencapaian putra sulungnya tersebut. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kemudahan dan kelancaran yang diberikan selama proses pendidikan hingga wisuda berlangsung.
“Alhamdulillah, diberi kemudahan dan kelancaran, bisa lulus dan hari ini bisa melaksanakan wisuda,” ungkapnya.
Ia juga berharap ilmu yang diperoleh putranya selama menempuh pendidikan kedokteran dapat menjadi manfaat besar bagi masyarakat luas, khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan.
“Tentunya semoga memberikan dampak dan manfaat kepada masyarakat secara luas,” tambahnya.
Keberhasilan Ahmad Maulidi menjadi dokter muda bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga membawa inspirasi bagi generasi muda di Pamekasan. Di usia yang masih muda, ia telah membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan doa orang tua mampu mengantarkan seseorang meraih cita-cita mulia.
Menjadi dokter bukan sekadar profesi, melainkan panggilan pengabdian kemanusiaan. Di tengah tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang, kehadiran tenaga medis muda sangat dibutuhkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Harapannya, Ahmad Maulidi dapat terus mengembangkan ilmu dan pengalamannya, menjaga integritas profesi, serta menjadi dokter yang humanis, amanah, dan dekat dengan masyarakat.






